Jakarta Menari Bersama: Miniatur Kota Urban

Percakapan Tubuh Urban: Tradiporary dan Free’Soul Pada Jakarta Menari Bersama Vol.4 (18 Oktober 2025), tubuh-tubuh dari berbagai latar tari hadir tidak sekadar menampilkan keterampilan, tetapi untuk membangun percakapan melalui gerak. Di Teater Wahyu Sihombing, pertemuan antara tradisi, modern, dan kontemporer melahirkan dialektika tubuh urban: cair, dinamis, dan penuh negosiasi. Tubuh-tubuh tersebut saling menyapa, bertukar ritme, sesekali…

Keindonesiaan dalam Spektrum Tubuh Tari di Jakarta Menari Bersama

Spektrum Tubuh Tari  Mungkinkah memisahkan ruang dari tubuh dan tari, sebagaimana memisahkan keindonesiaan dari tubuh masyarakat Indonesia? Atau, justru pemisahan itu sudah terjadi tanpa disadari, yaitu ketika ruang, tubuh, dan tari telah dipisahkan dan dikotak-kotakkan ketika berhadapan dengan kategorisasi produksi pengetahuan? Apakah keindonesiaan itu hanya sebatas pada keindahan ornamental unsur ketradisian atau ia telah menubuh…

Poster artikel Aya Canina

Gerak, Ekspresi, dan Katarsis: Sebuah Pengamatan Psikologis atas Pertunjukan “Jakarta Menari Bersama”

Tubuh yang Bicara: Membaca Emosi dan Katarsis dalam Gerak Penari Dalam pertunjukan Jakarta Menari Bersama, tubuh menjadi medium yang paling jujur. Tidak ada kalimat, tidak ada dialog panjang. Percakapan hadir dari gerak yang seolah melahirkan dirinya sendiri dari tubuh penari, tubuh yang bicara. Dari bangku penonton, saya menyaksikan peserta Free’Soul Dance Challenge bergerak mengikuti musik…