Thumbnail esai karya Nella Giriani Putri

Tarian Bapuppur sebagai Arsip Ekologis dan Kebahagiaan Kolektif Perempuan Berau

Musim kemarau tak kunjung usai di wilayah Berau, Kalimantan Timur. Saat musim kemarau, angin menerpa kaleng-kaleng bekas susu kental manis yang dipasang menjulang di atas pematang sawah. Kaleng-kaleng itu menyuarakan kesedihan kepada Tuhan atas tanah yang kering; kaleng-kaleng seakan-akan berbicara lantang dengan bahasa manusia. Di tengah burung-burung pemakan padi dan bunyi kaleng yang menakutkan, Inda…

Menyingkap Ilusi Kebahagiaan Kolektif dalam Pariwisata

Waturaka adalah sebuah desa di Kabupaten Ende, hanya berjarak kurang lebih 4 kilometer dari Kelimutu, danau tiga warna yang menarik minat banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Desa Waturaka berada di Kecamatan Moni, suatu kawasan wisata yang memiliki banyak hotel, restoran, villa, dan homestay. Waturaka membentang di lembah Moni yang elok, dikelilingi bukit-bukit hijau, di antara…

Makassar sebagai Arsip Koreografi Sosial

Wacana tari modern kerap menempatkan panggung atau studio sebagai ruang ulung dalam memproduksi gerak. Pendekatan tersebut turut membentuk tradisi akut yang menumpukkan perhatian pada koreografi yang dirancang, estetika formal, dan struktur pertunjukan. Dalam keseharian Makassar, laku gerak yang berlangsung tanpa direka menandai hubungan tubuh dengan lingkungan yang kompleks. Aktivitas berjalan, menepi dari kendaraan, menyesuaikan langkah…

Tubuh, (Cultural) Performance, Kebahagiaan Kolektif, dan Hal-hal Lain

Program Open Call Telisik Tari 2025 menghasilkan lima tulisan di bawah tema besar “koreografi sosial”, sebuah konsep yang menautkan performance dengan gerak sehari-hari. Lima tulisan yang ringkas ini mengajak kita berdiskusi dan mendalami lebih jauh tentang tema-tema yang muncul di bawah konsep koreografi sosial dari berbagai tempat, di dalam maupun di luar negeri. Ibe S.…