Imaji Sosial Terkait Ketubuhan dalam Proses “Ruang Ekologis” Baru

Hingga pada 2026, perkembangan film Indonesia menunjukkan tren sangat positif dengan prospek yang menjanjikan pada era digital. Industri ini sedang menikmati “masa keemasan” karena film lokal kini berhasil menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bahkan melampaui jumlah penonton film impor. Hal tersebut dibuktikan dengan dengan jumlah 80,27 juta penonton pada 2025. Capaian ini melampaui rekor…

Manipulasi Waktu dalam Praktik Koreografi: Real Time ke Film Time

Dalam perayaan Dies Natalis ke-28 Institut Media Digital Emtek (IMDE) yang mengusung tema Creativity, Unlimited hadir sebuah ruang diskusi yang terasa segar bagi para pegiat seni pertunjukan: diskusi dan lokakarya bertajuk “Dari Panggung ke Layar: Menelisik Tubuh Sinematik” pada 16 April 2026. Forum yang digagas oleh Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta dan Institut Media Digital…

Tubuh Lintas Latar dan Struktur Tersembunyi: Dialektika Peserta dalam Lokakarya Tubuh Sinematik

Pada 16 April 2026, Institut Media Digital Emtek (IMDE) bekerja sama dengan Komite Tari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengadakan diskusi dan lokakarya Tari Japati Kembang Kota dalam acara Dies Natalis ke-28. Ressa Rizky Mutiara hadir sebagai narasumber sekaligus koreografer. Saya tidak hanya berdiri sebagai pengamat di ruang lokakarya itu, tetapi juga sebagai pemandu alur peristiwa.…

Ruang dalam Tubuh, Tubuh dalam Ruang: Sebuah Refleksi atas Pertunjukan “LOR@ANG” dan “PER:PUAN”

Eksplorasi mengenai dinamika manusia dalam ruang urban dan konstruksi sosial menunjukkan bahwa tubuh bukanlah objek pasif yang semata-mata tunduk pada kendali otak, melainkan subjek otonom yang mampu menyerap dan memproduksi memori spasial. Melalui perspektif fenomenologi, interaksi antara tubuh dan lingkungan kota—seperti yang digambarkan dalam karya “LOR@ANG” oleh Dedi Ronald Maniakori—mengungkapkan bagaimana individu terus melakukan negosiasi…

Jakarta Menari Bersama: Miniatur Kota Urban

Percakapan Tubuh Urban: Tradiporary dan Free’Soul Pada Jakarta Menari Bersama Vol.4 (18 Oktober 2025), tubuh-tubuh dari berbagai latar tari hadir tidak sekadar menampilkan keterampilan, tetapi untuk membangun percakapan melalui gerak. Di Teater Wahyu Sihombing, pertemuan antara tradisi, modern, dan kontemporer melahirkan dialektika tubuh urban: cair, dinamis, dan penuh negosiasi. Tubuh-tubuh tersebut saling menyapa, bertukar ritme, sesekali…

CTRL + MOVE: Menolak Kuasa Atas Tubuh

Selama ini seni tari kerap dipandang sebagai estetika tubuh semata. Tari dianggap sebagai tubuh yang bergerak secara indah di atas panggung untuk ditonton dan dinikmati, padahal tubuh yang menari adalah bahasa, identitas, dan juga medan makna. Tiga pertunjukan tari dalam CTRL + MOVE pada 15 Oktober 2025 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, adalah sebuah…

Web banner artikel berjudul Ecological Aphrodisiac: Membaca Tubuh, Hasrat, dan Kapital Melalui Ramuan Koreografi Ishvara Devati

Ecological Aphrodisiac: Membaca Tubuh, Hasrat, dan Kapital Melalui Ramuan Koreografi Ishvara Devati

Perjalanan mengamati kerja kreatif Ishvara Devati telah saya lakukan sejak pertengahan 2024, ketika ia menjadi seniman Kampana dalam program Indonesian Dance Festival. Dari karya The Synthetic of Hybrid Beings hingga Cyclofemmes di ArtJog 2025. Ishvara konsisten menelusuri tubuh sebagai medan tafsir atas gender, kekuasaan, dan teknologi. Dalam dua karya tersebut, tubuh transnya menjadi pusat gravitasi…

Banner artikel karya Annika dengan judul Komutasi Tubuh dalam Kota: Meninjau Makna Ruang sebagai Medan Pengalaman Keterasingan

Komutasi Tubuh dalam Kota: Meninjau Makna Ruang sebagai Medan Pengalaman Keterasingan

Mari menengok kembali bagaimana kota bekerja; bagaimana ruang menjadi medium transaksi tubuh ke tubuh yang saling berinteraksi; bagaimana norma sosial menjadi perjanjian tak tertulis yang mengatur sejauh mana tubuh dapat bergerak. Kemudian, renungkan pernyataan berikut: tubuh bergerak untuk membangun kota, sementara pergerakan kota semata-mata memanifestasi keterasingan antara individu dan identitas yang dibentuk selama proses pergerakan…

Keindonesiaan dalam Spektrum Tubuh Tari di Jakarta Menari Bersama

Spektrum Tubuh Tari  Mungkinkah memisahkan ruang dari tubuh dan tari, sebagaimana memisahkan keindonesiaan dari tubuh masyarakat Indonesia? Atau, justru pemisahan itu sudah terjadi tanpa disadari, yaitu ketika ruang, tubuh, dan tari telah dipisahkan dan dikotak-kotakkan ketika berhadapan dengan kategorisasi produksi pengetahuan? Apakah keindonesiaan itu hanya sebatas pada keindahan ornamental unsur ketradisian atau ia telah menubuh…

Poster dengan judul Tubuh yang Tumbuh karya dari Aulia

Tubuh yang Tumbuh: Membaca CTRL + MOVE dari Perspektif Keaktoran Perempuan

Sebagai seorang aktor, saya terbiasa memahami tubuh tidak sekadar sebagai instrumen estetika, tetapi sumber kehidupan pertunjukan itu sendiri. Dalam dunia teater, tubuh aktor adalah ruang pengetahuan, ruang yang menyimpan ingatan, luka, dan cara bertahan.  Maka, ketika menyaksikan pertunjukan tari CTRL + MOVE (15 Oktober 2025 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki), saya sedang melihat tubuh-tubuh…