Banner artikel karya Annika dengan judul Komutasi Tubuh dalam Kota: Meninjau Makna Ruang sebagai Medan Pengalaman Keterasingan

Komutasi Tubuh dalam Kota: Meninjau Makna Ruang sebagai Medan Pengalaman Keterasingan

Mari menengok kembali bagaimana kota bekerja; bagaimana ruang menjadi medium transaksi tubuh ke tubuh yang saling berinteraksi; bagaimana norma sosial menjadi perjanjian tak tertulis yang mengatur sejauh mana tubuh dapat bergerak. Kemudian, renungkan pernyataan berikut: tubuh bergerak untuk membangun kota, sementara pergerakan kota semata-mata memanifestasi keterasingan antara individu dan identitas yang dibentuk selama proses pergerakan…

Keindonesiaan dalam Spektrum Tubuh Tari di Jakarta Menari Bersama

Spektrum Tubuh Tari  Mungkinkah memisahkan ruang dari tubuh dan tari, sebagaimana memisahkan keindonesiaan dari tubuh masyarakat Indonesia? Atau, justru pemisahan itu sudah terjadi tanpa disadari, yaitu ketika ruang, tubuh, dan tari telah dipisahkan dan dikotak-kotakkan ketika berhadapan dengan kategorisasi produksi pengetahuan? Apakah keindonesiaan itu hanya sebatas pada keindahan ornamental unsur ketradisian atau ia telah menubuh…

Poster dengan judul Tubuh yang Tumbuh karya dari Aulia

Tubuh yang Tumbuh: Membaca CTRL + MOVE dari Perspektif Keaktoran Perempuan

Sebagai seorang aktor, saya terbiasa memahami tubuh tidak sekadar sebagai instrumen estetika, tetapi sumber kehidupan pertunjukan itu sendiri. Dalam dunia teater, tubuh aktor adalah ruang pengetahuan, ruang yang menyimpan ingatan, luka, dan cara bertahan.  Maka, ketika menyaksikan pertunjukan tari CTRL + MOVE (15 Oktober 2025 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki), saya sedang melihat tubuh-tubuh…