Poster artikel Aya Canina

Gerak, Ekspresi, dan Katarsis: Sebuah Pengamatan Psikologis atas Pertunjukan “Jakarta Menari Bersama”

Tubuh yang Bicara: Membaca Emosi dan Katarsis dalam Gerak Penari Dalam pertunjukan Jakarta Menari Bersama, tubuh menjadi medium yang paling jujur. Tidak ada kalimat, tidak ada dialog panjang. Percakapan hadir dari gerak yang seolah melahirkan dirinya sendiri dari tubuh penari, tubuh yang bicara. Dari bangku penonton, saya menyaksikan peserta Free’Soul Dance Challenge bergerak mengikuti musik…

CTRL + MOVE dan Tubuh yang Belajar: Refleksi Penikmat Awam Pentas Tari dalam Membaca Gerak sebagai Pendidikan Kemanusiaan

“Bangsa-bangsa di seluruh dunia akan segera menghasilkan generasi-generasi mesin yang berguna, tetapi bukan warga negara yang utuh yang bisa berpikir sendiri, mengkritik tradisi, dan memahami pentingnya penderitaan dan pencapaian orang lain.” -Martha Nussbaum dalam Not for Profit: Why Democracy Needs the Humanities   “Creature: Dancing Bodies”: Tubuh yang Menari, Tubuh yang Manusiawi Jemari kaki muncul…

Ingatan yang Tertanam di Kayu Topeng: Seni Pertunjukan Tembut-Tembut Seberaya sebagai Situs Memori Kolektif Masyarakat Karo

Tubuh saya bertumbuh seiring dengan suara denting gamelan, pukulan kendang, dan nyanyian melengking para sinden. Gerak tangan mengukel maupun ngithing menjadi sangat sehari-hari pada masa saya SD hingga SMP. Lutut rasanya telah akrab dengan rasa nyeri usai mendhak berjam-jam. Hari-hari saya lewati dalam sebuah sanggar tari kecil di sebuah kota kecil Wonosobo, Jawa Tengah, pintu masuk…

Thumbnail esai karya Nella Giriani Putri

Tarian Bapuppur sebagai Arsip Ekologis dan Kebahagiaan Kolektif Perempuan Berau

Musim kemarau tak kunjung usai di wilayah Berau, Kalimantan Timur. Saat musim kemarau, angin menerpa kaleng-kaleng bekas susu kental manis yang dipasang menjulang di atas pematang sawah. Kaleng-kaleng itu menyuarakan kesedihan kepada Tuhan atas tanah yang kering; kaleng-kaleng seakan-akan berbicara lantang dengan bahasa manusia. Di tengah burung-burung pemakan padi dan bunyi kaleng yang menakutkan, Inda…

Menyingkap Ilusi Kebahagiaan Kolektif dalam Pariwisata

Waturaka adalah sebuah desa di Kabupaten Ende, hanya berjarak kurang lebih 4 kilometer dari Kelimutu, danau tiga warna yang menarik minat banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Desa Waturaka berada di Kecamatan Moni, suatu kawasan wisata yang memiliki banyak hotel, restoran, villa, dan homestay. Waturaka membentang di lembah Moni yang elok, dikelilingi bukit-bukit hijau, di antara…

Makassar sebagai Arsip Koreografi Sosial

Wacana tari modern kerap menempatkan panggung atau studio sebagai ruang ulung dalam memproduksi gerak. Pendekatan tersebut turut membentuk tradisi akut yang menumpukkan perhatian pada koreografi yang dirancang, estetika formal, dan struktur pertunjukan. Dalam keseharian Makassar, laku gerak yang berlangsung tanpa direka menandai hubungan tubuh dengan lingkungan yang kompleks. Aktivitas berjalan, menepi dari kendaraan, menyesuaikan langkah…

Tubuh, (Cultural) Performance, Kebahagiaan Kolektif, dan Hal-hal Lain

Program Open Call Telisik Tari 2025 menghasilkan lima tulisan di bawah tema besar “koreografi sosial”, sebuah konsep yang menautkan performance dengan gerak sehari-hari. Lima tulisan yang ringkas ini mengajak kita berdiskusi dan mendalami lebih jauh tentang tema-tema yang muncul di bawah konsep koreografi sosial dari berbagai tempat, di dalam maupun di luar negeri. Ibe S.…

Meninjau Pseudo-Entertainment: Agar Koreografi Tak Sekadar Pseudo

  Tulisan ini dibuat berdasarkan pengamatan pada Pseudo-Entertainment, sebuah proyek penelitian artistik, digagas oleh Bandung Performing Arts Forum (BPAF)* yang dilaksanakan pada Januari-Maret 2025. Proyek yang melibatkan seniman, pegiat lintas bidang, pengamat, dan publik ini mencakup serangkaian lokakarya, residensi, dan juga presentasi karya. Mengangkat tajuk “Apa yang Tersisa dari Masa Depan”, secara mendasar Pseudo-Entertainment menyoal…

Menakar Masa Depan Proyek Sambang Setangga

Sambang Setangga merupakan perjalanan artistik yang menggali makna di balik fisikalitas. Ia memanfaatkan ruang sebagai medium untuk menjembatani dua realitas yang mungkin terasa berjauhan, yang terancam dan yang sedang hidup (merayakan): Kampung Kota Dago Elos dan Kalipasir. Lebih dari sekadar titik-titik di peta, Sambang Setangga menjadi penanda, pertemuan antara dua komunitas, sebuah metafora perjalanan yang…