Ruang dalam Tubuh, Tubuh dalam Ruang: Sebuah Refleksi atas Pertunjukan “LOR@ANG” dan “PER:PUAN”

Eksplorasi mengenai dinamika manusia dalam ruang urban dan konstruksi sosial menunjukkan bahwa tubuh bukanlah objek pasif yang semata-mata tunduk pada kendali otak, melainkan subjek otonom yang mampu menyerap dan memproduksi memori spasial. Melalui perspektif fenomenologi, interaksi antara tubuh dan lingkungan kota—seperti yang digambarkan dalam karya “LOR@ANG” oleh Dedi Ronald Maniakori—mengungkapkan bagaimana individu terus melakukan negosiasi…

CTRL + MOVE: Menolak Kuasa Atas Tubuh

Selama ini seni tari kerap dipandang sebagai estetika tubuh semata. Tari dianggap sebagai tubuh yang bergerak secara indah di atas panggung untuk ditonton dan dinikmati, padahal tubuh yang menari adalah bahasa, identitas, dan juga medan makna. Tiga pertunjukan tari dalam CTRL + MOVE pada 15 Oktober 2025 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, adalah sebuah…

Banner artikel karya Annika dengan judul Komutasi Tubuh dalam Kota: Meninjau Makna Ruang sebagai Medan Pengalaman Keterasingan

Komutasi Tubuh dalam Kota: Meninjau Makna Ruang sebagai Medan Pengalaman Keterasingan

Mari menengok kembali bagaimana kota bekerja; bagaimana ruang menjadi medium transaksi tubuh ke tubuh yang saling berinteraksi; bagaimana norma sosial menjadi perjanjian tak tertulis yang mengatur sejauh mana tubuh dapat bergerak. Kemudian, renungkan pernyataan berikut: tubuh bergerak untuk membangun kota, sementara pergerakan kota semata-mata memanifestasi keterasingan antara individu dan identitas yang dibentuk selama proses pergerakan…

Poster dengan judul Tubuh yang Tumbuh karya dari Aulia

Tubuh yang Tumbuh: Membaca CTRL + MOVE dari Perspektif Keaktoran Perempuan

Sebagai seorang aktor, saya terbiasa memahami tubuh tidak sekadar sebagai instrumen estetika, tetapi sumber kehidupan pertunjukan itu sendiri. Dalam dunia teater, tubuh aktor adalah ruang pengetahuan, ruang yang menyimpan ingatan, luka, dan cara bertahan.  Maka, ketika menyaksikan pertunjukan tari CTRL + MOVE (15 Oktober 2025 di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki), saya sedang melihat tubuh-tubuh…

Poster artikel Yoga Palwaguna

Tari sebagai Jembatan Pengalaman: Membangun Solidaritas Antartubuh

Pengalaman Ketubuhan sebagai Sumber Pengetahuan Dalam salah satu wawancaranya, Ocean Vuong (penyair Vietnam-Amerika) pernah bercerita tentang bagaimana praktik beragama dalam keluarganya berakar dari ritual dan perawatan. Kata Ocean, bagi keluarganya yang buta huruf, spiritualitas dimulai dengan perawatan dan berakar pada tubuh ragawi. Apa yang diungkapkan Ocean membuat saya berpikir ulang tentang teks sebagai medium penyebaran…

CTRL + MOVE dan Tubuh yang Belajar: Refleksi Penikmat Awam Pentas Tari dalam Membaca Gerak sebagai Pendidikan Kemanusiaan

“Bangsa-bangsa di seluruh dunia akan segera menghasilkan generasi-generasi mesin yang berguna, tetapi bukan warga negara yang utuh yang bisa berpikir sendiri, mengkritik tradisi, dan memahami pentingnya penderitaan dan pencapaian orang lain.” -Martha Nussbaum dalam Not for Profit: Why Democracy Needs the Humanities   “Creature: Dancing Bodies”: Tubuh yang Menari, Tubuh yang Manusiawi Jemari kaki muncul…